Kasih Melampaui Hukum (Lukas 6:1–11)
Kebenaran:
Ayat 5. “Kata Yesus lagi kepada mereka: “Anak Manusia adalah Tuhan atas hari Sabat.”
Allah itu kasih, Dia menghendaki umatNya hidup dalam damai sejahtera Allah, bukan dalam ketakutan.
Hari Sabat diberikan kepada manusia, agar manusia hidup terpelihara dalam damai sejahtera Allah dan menikmati kasih karunia persekutan denganNya.
Namun rupanya para pemuka agama Yahudi, menjadi kesal ketika Yesus melakukan sesuatu di hari Sabat, baik itu memberi makan para murid maupun menyembuhkan orang sakit.
Perkataan dan perbuatan Yesus ini dipandang sebagai pelanggaran berat hukum Taurat dan patut dihukum mati, “bagaimana Dia berani menyatakan diri sebagai Tuhan atas hari Sabat dan melanggar hukum Sabat?” Itulah pikiran para pemuka agama Yahudi.
Tapi mereka lupa bahwa Allah itu Kasih dan Allah menyatakan kasihNya kepada dunia dengan memberikan PutraNya yang Tunggal Yesus Kristus, agar setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa oleh hukum Taurat, melainkan beroleh hidup kekal.
Masih banyak orang percaya yang bersikap seperti ahli Taurat dan Farisi yang memandang kekeristenan sebagai upaya menghidupkan kembali kehidupan legalistik, menerapkan hurufiah ketimbang hakekat Firman, yang seharusnya di baca dalam Kasih Yesus Kristus.
Aplikasi:
Berhentilah menvonis dengan pandangan Taurat, melainkan gunakan Kasih Yesus.
Sumber Pdt David Samuel