Tunggu Sedang Proses (Lukas 5:27–39)
Kebenaran:
Ayat 30 “Orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bersungut- sungut kepada murid-murid Yesus, katanya: “Mengapa kamu makan dan minum bersama-sama dengan pemungut cukai dan orang berdosa?”
Ayat 31. Lalu jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit;”
Allah mencurahkan AnugerahNya kepada setiap orang sama, namun memerlukan waktu yang cukup dalam prosesnya agar muncul kualitas terbaik.
Entah mengapa para pemuka agama Yahudi ini, selalu memonitor kegiatan pelayanan penginjilan yang Yesus lakukan dan selalu memberikan kritik yang merusak pekerjaan Tuhan.
Tapi luar biasa Yesus menanggapi para pemuka agama ini dengan tenang, tidak emosi, dan tetap menjaga, melindungi kawanan domba yang telah dilayaniNya.
Penjelasan Yesus sangat menarik, sebagai petobat baru, tidak cocok bila ditempatkan pada wadah dan sistem lama yang diterapkan oleh para pemuka agama masa itu, ibarat seperti kain lama digabungkan dengan kain baru, pasti koyak, demikian juga wadah anggur lama, tidak akan pernah dengan sempurna menfasilitasi anggur baru yang sedang berproses fermentasi, pasti akan hancur.
Para pemuka agama sulit memahami cara kerja Yesus Kristus, karena mereka terbiasa oleh sistem lama, yaitu mereka tunggu pertobatan seseorang, mereka yang harus datang kepada para pemuka agama, membuat pengakuan dosa, dan harus mengikuti liturgi puasa dsb. Sedangkan Yesus tidak seperti itu, justru Yesus mencari dan menyelamatkan yang hilang dan menempatkan dalam satu wadah (komunitas) pemuridan.
Para pemuka agama menggugat para murid Yesus, karena kualitasnya rohaninya rendah, tidak seperti murid-murid Yohanes dan Farisi. Pandangan ini tidak benar, Yesus masih memproses mereka, mempersiapkan mereka, tunggu, sampai Mempelai itu diambil dari antara mereka, maka para pemuka agama, bisa lihat kualitas anggur yang baru itu, pasti nikmat.
Bersabaralah terhadap Proses Tuhan, kamu pasti keluar menjadi anggur yang berkualitas tinggi. Sumber Pdt David Samuel