Konfirmasi & Jawaban (Lukas 7:11–17)
Ayat 20. “Ketika kedua orang itu sampai kepada Yesus, mereka berkata: “Yohanes Pembaptis menyuruh kami bertanya kepada-Mu: Engkaukah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan seorang lain?”
Ayat 21. Pada saat itu Yesus menyembuhkan banyak orang dari segala penyakit dan penderitaan dan dari roh- roh jahat, dan Ia mengaruniakan penglihatan kepada banyak orang buta.
Ayat 22. Dan Yesus menjawab mereka: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi tahir, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik.”
Cara kerja Allah sangat rapi dan teratur, bukan saja pada masa penciptaan, melainkan juga terhadap rencanaNya menyediakan jalan keselamatan bagi manusiapun telah diatur sempurna.
Yohanes telah dipersiapkan Allah sebagai perintis yang mempersiapkan umatNya agar membuka hati bagi Sang Mesias. Yohanespun tidak gegabah dalam mendeklarasikan Kemesiasan Yesus, dia pun mengkonfirmasi melalui murid-muridnya untuk memastikan bahwa Yesus ini adalah Sang Mesias.
Jawaban Yesus tidak melalui retorika yang heboh, melainkan melalui segala tanda ajaib yang belum pernah terjadi itulah jawaban yang sangat mengetarkan Yohanes dan menyatakan bahwa Dia memang Mesias yang dijanjikan Allah.
Namun sayang Kemesiasan Yesus harus terganjal oleh pemuka agama, ahli Taurat, orang Farisi, yang sebenarnya mereka juga menolak Yohanes utus Allah. Dan Yesus mengibaratkan mereka seperti seorang yang mendengar seruling tapi tidak menari, artinya Yesus sebagai sang Mesias mereka tidak bersukacita, demikian mendengar nyanyian duka mereka tidak menangis artinya berita Yohanes tentang Kerajaan Allah sudah dekat dan berilah dirimu bertobat dan dibaptis, sebab penghukuman telah tiba, mereka tidak menangis dan bertobat.
Masihkah ada yang memerlukan konfirmasi dan jawaban, ingatlah Yohanes telah menyampaikan hal kebenaran ini, biarlah kita tidak mengeraskan hati seperti pemuka agama itu agar jangan kehilangan kesempatan untuk mengalami anugerah Allah.
Aplikasi:
Teruslah percaya akan anugerah Allah yang telah dinyatakan melalui Yesus Kristus. Sumber Pdt David Samuel