Ps Yudi Lau : Kesombongan Membawa Bencana
Refleksi Ada sebuah kisah lama tentang kapten kapal yang berlayar dalam malam yang gelap dan kelam, tiba² sang kapten melihat sinar terang langsung di hadapannya dan ia tau kapalnya sedang berada dalam jalur tabrakan dengan terang itu.
Ia bergegas ke radio dan mengirimkan pesan darurat meminta kapal dihadapannya merubah arahnya ke Timur.
Beberapa lama kemudian ia menerima balasan, “Tidak dapat melakukannya, ubah jalur anda ke barat.”
Kapten itu marah dan mengirim pesan balasan,
“Saya Kapten Angkatan Laut, sekarang rubah jalurmu.”
Beberapa detik kemudian balasan yang datang berbunyi,
“Saya kelasi kelas dua, tak dapat melakukannya, rubah jalur anda, Pak...”
Dengan sikap sangat marah, kapten itu membalas,
“Saya adalah sebuah kapal perang dan saya tak mau merubah jalur saya."
Pesan balasan kembali masuk,
“Saya adalah mercusuar… itu pilihan anda, Pak.”
Kita mungkin sering bersikap seperti kapten kapal yang keras hati dan tidak mau tahu itu, seolah diri kita dan kepentingan kita adalah yang terpenting.
Kita juga sering merasa sombong karena merasa diri kita hebat dan tahu segala.
Kesombongan dapat menjadi bumerang bagi diri sendiri;
Di saat kita sombong, kita akan menjadi egois dan merasa sudah "super" dan memandang orang lain tiada berarti sehingga kita tidak membutuhkan orang lain.
Bagaimana saat kita sendiri mengalami kesukaran?
Dapatkah kita meminta pertolongan pada “kesombongan” itu sendiri?
LALU APA YANG PANTAS UNTUK KITA SOMBONGKAN?
Kesombongan dapat menjadi alat pembunuh untuk diri sendiri, kesombongan dapat pula melukai perasaan orang² yang kita sayangi ataupun orang² lain di sekitar kita.
Pada saatnya nanti, luka yang kita timbulkan itu akan berbalik dan kembali pada kita.
SOMBONG ITU TIDAK ABADI, YANG ADALAH KASIH; LEBIH BAIK KITA MENABUR KASIH DARIPADA KESOMBONGAN.
DI MANA ADA KESOMBONGAN, DI SITU ADA BENCANA
DI MANA ADA KASIH, DI SITU ADA BERKAT.
"Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang." (Markus 7:20-23)
“Manusia yang sombong akan direndahkan, dan orang yang angkuh akan ditundukkan; dan hanya TUHAN sajalah yang maha tinggi pada hari itu.” (Yesaya 2:12)
Goϑ ϐlešš Yoυ