Ps Yudi Lau : Tensimeter Kehidupan
Refleksi Amati bagaimana cara kerja tensimeter untuk mengukur tekanan darah,
kita harus memompa terus, agar air raksanya naik.
Jika berhenti memompa, air raksa itu akan turun dengan sendirinya.
Hidup juga seperti tensimeter,
Jika tidak memompa diri dengan SEMANGAT dan POSITIVE THINKING, maka akan menjadi orang yang menurun.
Saat kita GAGAL, bukannya kehilangan KESEMPATAN, Namun bisa BELAJAR untuk LEBIH BAIK lagi.
Saat kita KECEWA, bukannya kehilangan KEBAHAGIAAN, Namun hanya butuh ruang untuk kita BELAJAR IKHLAS.
Saat kita TERPURUK, bukannya KEHILANGAN JATI DIRI sebagai manusia utuh, Namun BERUSAHA BELAJAR menyelami nasib lewat takdir diri.
Saat kita tak di HARGAI, bukannya kita tak ada artinya, hanya perlu INTROPEKSI sudah layakkah kita? atau SUDAH BAIKkah kita bagi sesama?
Badan boleh saja kendur karena lelah, namun SEMANGAT mana boleh patah,
Dunia adalah milik orang bersemangat yang bisa menjaga KETENANGANNYA.
Hidup yang kita jalani penuh dengan Tantangan, Masalah dan Pergumulan,
tetapi tetaplah memiliki SEMANGAT, yang berarti kita sudah Memenangkan pertempuran atas segala Tantangan, Masalah dan Pergumulan.
KUATKAN DAN TEGUHKAN HATI, TETAPLAH SEMANGAT, karena orang yang BERSEMANGAT tetap YAKIN akan melihat Hasil Kemenangan yang luar biasa.
Pagi hari ini mintalah Api Kekuatan dari TUHAN, agar Membakar SEMANGAT kita,
Karena dengan BERSEMANGAT yang menggelora, kita pasti dapat mengalahkan dunia.
BATU boleh membuat kaki kita TERSANDUNG, Tetapi LANGKAH kita JANGAN sampai TERHENTI.
MASALAH boleh datang MENGUJI Hati kita, tetapi SEMANGAT di Hati JANGAN sampai TERHENTI.
SESULIT APAPUN KONDISI HATI KITA,
INGATLAH BAHWA KEKUATAN TERBENTUK DARI SEMANGAT DAN PIKIRAN POSITIF, TETAPLAH MENGANDALKAN TUHAN.
“Karena itu, saudara-saudara yang kukasihi dan yang kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah juga dengan teguh dalam Tuhan, hai saudara-saudaraku yang kekasih!”
(Filipi 4:1)
Goϑ ϐlešš Yoυ