Ps Yudi Lau : Sibuk Tidak Berarti Sukses
SIBUK SAMA SEKALI BUKAN UKURAN KESUKSESAN...
Refleksi Banyak orang beranggapan bahwa orang yang super sibuk tentu orang sukses, Pada kenyataannya tidak selalu seperti itu, Kesuksesan seseorang tidak bisa di ukur dari seberapa ia sibuk.
Apa gunanya sibuk, tetapi kesibukan tersebut tidak mengarah kepada tujuan?
Apa gunanya terlihat sibuk, padahal yang ia lakukan adalah hal-hal yang tidak berguna?
Sam Ewing berkata, "Yang terpenting bukanlah berapa jam yang anda investasikan dalam pekerjaan, melainkan pekerjaan apa yang telah anda investasikan dalam jam-jam tersebut."
Jadi yang terpenting bukanlah berapa jam dalam sehari kita bekerja, namun berapa banyak kita melakukan hal² yang berguna dan penting di jam² tersebut.
Coba amati para konglomerat yang telah meraih sukses besar dalam bisnisnya.
Mereka tidak selalu bekerja lebih dari 8 jam sehari, bahkan beberapa dari antara mereka terlihat begitu santai.
Masih sempat bermain golf, sempat bertemu dengan teman² dalam komunitas,
uniknya justru itulah jam² kerja atau jam² sibuknya² para konglomerat tersebut,
begitu banyak deal yang di buat di padang golf atau tempat mengobrol.
Thomas A. Edison berkata, "Sekadar sibuk bukan berarti bekerja. Sasaran dari bekerja adalah pencapaian."
Apa gunanya kita terlihat sibuk, mata kita tampak selalu kurang tidur,namun sebenarnya kita tidak menghasilkan sesuatu?
Jangan selama ini kita mencoba menyibukkan diri untuk hal-hal yang sama sekali tidak mengarah pada tujuan,
Tidak heran kalau kesibukan kita tidak menghasilkan pencapaian apa-apa.
Sibuk melakukan sesuatu yang tidak berguna sebetulnya bisa di samakan dengan pengangguran.
Bedanya yang satu terlihat melakukan sesuatu, sedangkan yang lain tidak melakukan apa².
Bagaimana dengan anda?
“Tuhan, Allahmu, akan melimpahi engkau dengan kebaikan dalam segala pekerjaanmu, dalam buah kandunganmu, dalam hasil ternakmu dan dalam hasil bumimu, sebab Tuhan, Allahmu, akan bergirang kembali karena engkau dalam keberuntunganmu, seperti Ia bergirang karena nenek moyangmu dahulu.”
(Ulangan 30:9)
Goϑ ϐlešš Yoυ