News Breaking
Youtube
wb_sunny

Breaking News

Ps Yudi Lau : Menyadari Kelemahan Diri

Ps Yudi Lau : Menyadari Kelemahan Diri


Refleksi Hal yang menghancurkan HIDUP adalah:‎
-Terlalu EGOIS untuk di mengerti,‎
-Terlalu PELIT untuk berbagi,‎
-Terlalu SADIS untuk berucap,‎
-Terlalu JAHAT untuk berbuat,‎
-Terlalu TEGA untuk menyakiti.

Menghakimi dengan cara yang tidak adil mencakup mengecam seseorang yang berbuat salah, tanpa keinginan untuk melihat orang itu kembali kepada TUHAN dan hidup di jalanNYA adalah perbuatan yang tidak terpuji.

Orang dengan mudah melihat kesalahan orang lain,‎ bahkan kesalahan yang sangat kecil seperti selumbar sekalipun;‎ Sebaliknya ‎orang itu tidak menyadari kesalahan besar atau balok di dalam dirinya.

“Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui?
Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu.

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.” (Matius 7:3-5)

Firman Tuhan mendorong kita untuk terlebih dahulu mengeluarkan balok tersebut,‎ Artinya ‎menyadari kesalahan kita dan meminta anugerah TUHAN agar mampu meninggalkannya.

Dengan demikian ‎kita di perlengkapi untuk menolong orang lain mengatasi kesalahannya, ‎mengeluarkan selumbar dari matanya denga‎n sikap yang lemah lembut, bukan menghakimi.

Orang percaya perlu tunduk kepada standar kebenaranNYA sebelum berusaha untuk meneliti dan mempengaruhi perilaku orang kristen lain.

TUHAN mengecam kebiasaan mencela kesalahan orang lain sementara mengabaikan kesalahan diri sendiri.

KETIKA KITA MENYADARI KELEMAHAN DIRI, KITA TIDAK AKAN MENGHAKIMI KESALAHAN ORANG LAIN.‎

“Janganlah engkau menuntut balas, dan janganlah menaruh dendam terhadap orang-orang sebangsamu, melainkan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.” (Imamat 19:18)
Goϑ ϐlešš Yoυ

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.