Ps Yudi Lau : Antara Kebaikan Dan Kejahatan
Refleksi Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam, sepasang suami istri berlari menuju ke skoci untuk menyelamatkan diri.
Sampai di sana mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa, segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu.
Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum skoci menjauh dan kapal itu benar² menenggelamkannya.
Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid²nya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”
Sebagian besar murid² itu menjawab,
“Aku benci kamu...”
“Kamu egois...”
“Nggak tau malu...”
Kemudian guru menyadari ada seorang murid yang diam saja dan meminta menjawabnya, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik².’”
Guru itu terkejut, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?”
“Belum, tapi itu yang di katakan oleh ibu saya sebelum dia meninggal karena penyakit kronis.”
“Jawaban ini benar...”
Kapal itu kemudian benar² tenggelam dan sang suami membawa pulang anak mereka sendirian.
Ber-tahun² kemudian setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya.
Di sana dia menemukan kenyataan bahwa saat orang tua nya naik kapal pesiar itu,
mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis & akan segera meninggal.
Karena itulah, di saat darurat itu, ayahnya memutuskan mengambil satu²nya kesempatan untuk bertahan hidup.
“Betapa aku berharap untuk mati di bawah laut bersama denganmu, Tapi demi anak kita, aku harus membiarkan kamu tenggelam sendirian untuk selamanya di bawah sana.”
KEBAIKAN DAN KEJAHATAN TIDAK SELALU SEPERTI YANG SERING KITA PIKIRKAN.
“Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!” (Roma 12:21)
GoĻ ĻleŔŔ You