Ps Yudi Lau : Tuhan Tidak Bisa Dibatasi Oleh Keterbatasan Kita
Refleksi Kelemahan adalah suatu keterbatasan yang kita warisi atau kita dapatkan,
karena adanya suatu peristiwa yang terjadi, di mana kita tidak punya kuasa menolaknya.
Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna, baik itu secara fisik, emosi atau intelektual, karena itulah tak seharusnya kita bermegah dan membanggakan diri kita sendiri.
Bila kita merasa memiliki banyak kelemahan, tidak seharusnya kita menjadi takut dan pesimis, karena sesungguhnya semua orang pasti punya kelemahan.
Mungkin saat ini kita merasa berada dalam kelemahan, semuanya itu ada satu hal yang harus kita perhatikan, yaitu kelemahan bukanlah masalah utama, yang terpenting adalah apa yang kita kerjakan ketika menyadari bahwa ada kelemahan dalam diri kita.
Ada kalanya TUHAN mengijinkan ada kelemahan dalam hidup kita, dengan tujuan agar kita Belajar Rendah Hati dan juga menunjukkan kuasaNYA atas kita.
“Cukuplah kasih karunia-KU bagimu,
sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-KU menjadi sempurna. Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku.” (2 Korintus 12:9)
TUHAN tidak pernah terkesan dengan orang yang merasa dirinya pintar, kuat dan mampu dengan kekuatan sendiri, tapi DIA sangat tertarik kepada orang yang menyadari dan mengakui keterbatasan, ketidak berdayaan, dan kelemahannya.
INGATLAH, Walaupun kita memiliki kelemahan, tapi TUHAN tidak bisa di batasi oleh keterbatasan kita.
“Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami.”
(2Korintus 4:7)
Saat kita ijinkan, TUHAN bekerja melalui kelemahan kita, dan DIA akan membentuk kita jadi bejana yang luar biasa.
KITA ADALAH BEJANA TANAH LIAT DAN TUHAN PENJUNANNYA.
“Apabila bejana, yang sedang dibuatnya dari tanah liat di tangannya itu, rusak, maka tukang periuk itu mengerjakannya kembali menjadi bejana lain menurut apa yang baik pada pemandangannya.”
(Yeremia 18:4)
Goϑ ϐlešš Yoυ