Ps Yudi Lau : Bebaskan Diri Dari Belenggu Hidup
. Ps Yudi Lau
Seringkali kita hidup terpenjara, meski bukan fisik kita yang terpenjara.
Refleksi Hidup terbelenggu oleh situasi dan kondisi, ketakutan, kekuatiran, kegelisahan, trauma, sakit hati dan perasaan tidak menyenangkan lainnya telah memenjarakan hidup kita.
Bila kita ingin bebas dari segala “belenggu” tersebut, alangkah baiknya jika kita:
Pertama,
secara fisik kita terpenjara, tapi hati kita tidak terpenjara.
Dengan kata lain, kita tidak larut dalam situasi dan kondisi yang membelenggu kita.
Buktikan dengan kondisi seperti itu, kita masih bisa memuji dan menyembah TUHAN dengann sukacita.
”TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.” (Mazmur 25:8)
Kedua,
Kita berdoa sebagai tanda penyerahan diri yang mutlak kepada TUHAN.
Bukankah benar prinsip TUHAN bahwa ketika kita berserah, maka DIA akan turut campur tangan untuk menyatakan pertolonganNYA kepada kita.
“Jalan TUHAN adalah perlindungan bagi orang yang tulus, tetapi kebinasaan bagi orang yang berbuat jahat.” (Amsal 10:29)
Ketiga,
Usahakan kita menghadapi penderitaan dengan selalu dekat saudara seiman, agar akan ada saling menguatkan dalam situasi seperti itu.
”Peliharalah kasih persaudaraan!”
(Ibrani 13:1)
Adakah hari² ini hidup sahabat terpenjara?
RAIHLAH KEBEBASAN...
Situasi boleh memburuk, tetapi jangan sampai hati kita di penjara oleh situasi tersebut.
Milikilah penyerahan diri kepada TUHAN secara total, Percayalah bahwa DIA tahu yang terbaik untuk kita.
“Dan jika engkau mendengarkan segala yang Kuperintahkan kepadamu dan hidup menurut jalan yang Kutunjukkan dan melakukan apa yang benar di mata-Ku dengan tetap mengikuti segala ketetapan dan perintah-Ku seperti yang telah dilakukan oleh hamba-Ku Daud, maka Aku akan menyertai engkau.” (1 Raja Raja 11:38a)
Goϑ ϐlešš Yoυ