News Breaking
Youtube
wb_sunny

Breaking News

Ev Drs Johanes Purwono : Sikap Yang Lemah Lembut Akan Mudah Meredakan Konflik

Ev Drs Johanes Purwono : Sikap Yang Lemah Lembut Akan Mudah Meredakan Konflik

     Ev Drs Johanes Purwono 

“Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.”*  (Amsal 15:1)

Renungan Dalam sebuah renungan hari ini. dikisahkan ada seorang penjual es keliling yang menerima sepucuk surat dari anaknya yang berada di luar kota. Karena buta huruf, ia meminta tolong kenalannya yang memiliki temperamen keras untuk membacakan surat itu, “Ayah aku butuh uang, aku tidak punya uang untuk bayar kos. 
Tolong kirimkan aku sejumlah uang, Ayah sesegera mungkin ya mengirimnya”. 
Isi surat itu dibacakan dengan nada keras dan kasar oleh kenalan tersebut sehingga membuat si penjual es keliling menjadi sedih dan marah, dengan emosi ia berkata, “Dasar anak tidak mengerti orang tua, memangnya cari uang itu gampang, asal saja memerintah. Jangan kira aku akan mengiriminya sesenpun”.

Dalam kemarahannya orang tua ini ia kembali ke rumah, tetapi di perjalanan pulang bertemu sahabatnya, seorang penjual kue yang bersuara lembut. Ia pun bercerita tentang surat yang diterima dari anaknya dan meminta sahabat membacanya. 

Penjual kue lalu membacanya dengan nada suara yang lembut, tenang, dan jelas sehingga membuat si bapak itu menjadi sedih dan trenyu sambil berkata, “Oh, anakku yang malang. Kamu pasti sangat sedih. Lebih baik aku segera mengiriminya uang sekarang juga”.

Dampak dari sebuah pesan sangatlah tergantung pada cara orang yang menyampaikannya. Penyampaian yang keras dan kasar membuat emosi. Sebaliknya, penyampaian yang lemah lembut membuat hati menjadi sejuk dan timbul belas kasih.

Kisah ini membuktikan kebenaran perkataan penulis Amsal bahwa “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah”.
Perkataan yang lemah lembut menimbulkan kesejukan dan dapat menjaga kedamaian. Sebaliknya, perkataan yang pedas dapat menimbulkan emosi dan. memjadi perselisihan.

Betapa indahnya bila kita dikenal sebagai orang-orang yang selalu mengeluarkan perkataan yanv menyejukan suasana, perkataan yang membangun dan memiliki tutur kata yang lembut bagi semua orang. 
Oleh sebab itu, untuk menghindari rusaknya kedamaian, banyak sakit hati, dan konflik dalam kehidupan sehari-hari, ketika orang lain meninggikan suara atau membuat kita marah, marilah kita belajar untuk merendahkan suara kita dan menjawab dengan lemah lembut. Sikap yang lemah lembut akan mudah meredakan konflik dan amarah. 

 *“Perkataan dan jawaban yang lemah lembut dapat melembutkan hati yang keras.”
Haleluya...

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.