TIDAK ADA, TUHAN
Yohanes 8:10-11 (TB) Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: "Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?"
Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan." Lalu kata Yesus: "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."
Perempuan ini dikisahkan mengalami nasib yang buruk, ia dijadikan "kambing hitam" atau alat oleh orang lain yaitu ahli-ahli Taurat dan kaum Farisi untuk mencobai dan menyalahkan Yesus. (Ayat 6)
Meskipun dikatakan perempuan ini _kedapatan berzinah_ (ayat 3), tetapi menurut para ahli : ini hanya *tuduhan palsu* krn kalau benar-benar berbuat zinah dimana pihak laki-lakinya.
Terlepas dari benar atau tidaknya perempuan ini berbuat zinah tetapi yang pasti perempuan ini _sedang alami *ketidak-adilan*_.
Namun yang luarbiasa dari perempuan ini adalah jawabannya dan panggilannya kepada Yesus.
1. Dia menjawab : tidak ada.
Yang berarti ini adalah _pengakuan yang luar biasa_, perempuan ini sebenarnya telah alami penderitaan batin karena tuduhan seperti itu, ia telah alami hal yang tidak meng-enak-kan walaupun lolos dari hukuman rajam.
Dalam keadaan yang menderita ini, ia tidak "menyalahkan orang lain ataupun Tuhan".
Bagaimana reaksi anda dan saya ketika alami penderitaan ?
Bukankah seringkali "tidak terima" dan menyalahkan orang lain bahkan Tuhan ?
2. Perempuan ini memanggil Yesus dengan sebutan Tuhan.
Tuhan diambil dari kata kurios yang artinya tuan atau sang penguasa.
Perempuan ini dengan sesadar-sadarnya mengenal Yesus sebagai pribadi yang sangat berkuasa, sanggup melepaskan dirinya dari ancaman hukuman yang mengerikan bahkan yang membinasakan.
Sudahkah anda dan saya percaya sepenuhnya kepada Yesus sebagai Sang Penguasa yang sanggup menyelamatkan kita ?
Yang sanggup melepaskan dari ancaman-ancaman sebesar apapun yang menjerat kita.
Mari saat ini kita stop untuk menyalahkan keadaan-keadaan yang kita alami, berhenti menyalahkan orang lain dan berhenti juga mempersalahkan Tuhan.
Saat ini anda dan saya *harus* datang kepada Yesus dan panggil Dia sebagai Tuhan dan Raja yang berkuasa sepenuhnya atas hidup anda dan saya.
Penulis Bambang Purnomo