Ps Yudi Lau : Ketulusan Seorang Ibu
Ps Yudi LauRefleksi Seorang Ibu ingin meminjam uang kepada anaknya, "Nak, bolehkah ibu meminjam uang 2 juta?"
"Iya Bu, nanti aku tanya istriku dulu", seakan berat untuk mengiyakan, karena blum tentu isterinya mengiyakan.
Ketika sang anak masuk ke dalam rumah ia melihat dus susu anaknya masih ada bandrol harga 50 ribu, kemudian dia merenung.
Jika 1 dus habis 1 hari x 30 hari x 2 tahun = 36 juta.
Dia berpikir, waktu balita dia hanya di berikan ASI oleh ibunya, harganya tak terhingga dan di berikan dgn Penuh Kasih Sayang.
Jika di dapat oleh seorang anak selama 2 tahun, Berapa yang harus ia bayar?
Kemudian ia berbalik dan menatap wajah ibunya sambil berkata, "Ibu tlah memberikan kasih sayang dan harta yang tak ternilai harganya, dan semua itu aku terima dengan GRATIS.
Maafkan aku yang durhaka ini yang tidak tahu balas budi..."
Segera ia memeluk ibunya dan mengecup keningnya dan memberi uang 5 juta,
"Ibu, jangan berkata pinjam lagi yaa,
hartaku adalah juga milikmu, doa kan anakmu ini agar selalu berbakti padamu."
Sambil ber-kaca² ada air bening di pelupuk mata ibu ia berkata, "Nak, di setiap keadaan ibu selalu berdoa, agar kita semua selalu di kumpulkan di dunia dan di SURGA nanti dalam KEBAHAGIAAN."
Kisah ini menunjukan bahwa benar kata pepatah, “Kasih Ibu Sepanjang Jalan”
Jangan sampai kita ini menjadi
“Kasih Anak Sepanjang Galah”
Bahagiakan IBU kita sewaktu beliau masih Hidup, karena kita Pasti tak akan bisa membalas Budi baiknya yang Menyusui, Merawat, Mengobati kala kita sakit sedari kita Bayi baru di lahirkan.
Jangan sampai kita menyesal kala beliau sudah tiada, Percuma kita membangunkan makam yang bagus², tetapi waktu beliau hidup kita tak bisa berbakti semasa beliau masih hidup.
Bagi PARA ISTRI, ingatlah bahwa berkat dari suamimu ada juga bagian mertuamu, sebagai wujud menghormatinya, perlakukanlah IBU mertua seperti IBU kandung sendiri.
“Hai anakku, dengarkanlah didikan ayahmu, dan jangan menyia nyiakan ajaran ibumu.” (Amsal 1:8)
Goϑ ϐlešš Yoυ