Ps Yudi Lau : Nikmati Kopi, Bukan Cagkirnya
Refleksi Memilih hal yang terbaik adalah wajar dan manusiawi, namun ketika kita tidak mendapatkan cangkir yang bagus perasaan kita mulai terganggu.
Kita secara otomatis melihat cangkir yang di pegang orang lain dan mulai membandingkannya.
Pikiran kita terfokus pada cangkir,
padahal yang kita nikmati bukanlah cangkirnya, melainkan kopinya.
Hidup kita seperti kopi, sedangkan cangkirnya adalah pekerjaan, jabatan dan materi yang kita miliki.
Jangan pernah membiarkan cangkir mempengaruhi kopi yang kita nikmati.
CANGKIR BUKANLAH YANG UTAMA,
KUALITAS KOPI ITULAH YANG TERPENTING.
Jangan berpikir bahwa materi yang melimpah, karier yg bagus, dan pekerjaan maupun usaha yang mapan merupakan jaminan kebahagiaan, itu konsep yang keliru.
KUALITAS HIDUP DI TENTUKAN OLEH APA YANG ADA DI DALAM, BUKAN "APA YANG KELIHATAN DARI LUAR".
Apa gunanya kita memiliki segalanya,
namun kita tidak merasakan damai, sukacita dan kebahagiaan di dalam kehidupan kita?
Hal itu akan sangat menyedihkan,
sama seperti kita menikmati kopi basi yang di sajikan di sebuah cangkir kristal yang mewah dan mahal.
Cangkir bagaikan alat untuk memegang dan mengisi kehidupan.
Jenis cangkir yang kita miliki tak mendefinisikan atau juga mengganti kualitas kehidupan yang kita hidupi.
Seringkali, karena berkonsentrasi hanya pada cangkir, kita gagal untuk menikmati kopi yang TUHAN sediakan bagi kita.
TUHAN memasak dan membuat kopi, bukan cangkirnya, Jadi nikmatilah kopinya, bukan cangkirnya.
Beginilah firman Tuhan, Penebusmu,
Yang Mahakudus, Allah Israel: “Akulah Tuhan, Allahmu, yang mengajar engkau tentang apa yang memberi faedah, yang menuntun engkau di jalan yang harus kautempuh. Sekiranya engkau memperhatikan perintah-perintah-Ku, maka damai sejahteramu akan seperti sungai yang tidak pernah kering, dan kebahagiaanmu akan terus berlimpah seperti gelombang-gelombang laut yang tidak pernah berhenti. (Yesaya 48:17-18)
GoĻ ĻleŔŔ YoĻ