Drs Ev Johanes Purwono: FirmanNya Mengingatkan Kepada Kita
Drs Ev Johanes Purwono
“Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi daripada menerima.”
Kisah Para Rasul 20: 35
RENUNGAN Ada falsafah jawa yang dulu sering diingatkan nenek saya demikian : “Langkung sae asto ingkang nyukani, tinimbang asto ingkang namung nampi” yang artinya “lebih baik tangan yang memberi daripada tangan yang sekadar menerima.”
Dalam falsafah tersebut terkandung nilai-nilai yang luhur dan berguna bagi kehidupan ini.
Melalui kalimat tersebut kita kembali disadarkan pentingnya memberi, yang lahir dari kesadaran diri sendiri, dalam tujuan untuk menolong atau meringankan beban sesama kita yang sedang menderita dan membutuhkan, karena orang yang suka memberi hidupnya pasti tidak kekurangan.
Pada jaman sekarang, era yang penuh dengan kemajuan teknologi dan pemikiran, mungkin falsafah sederhana tersebut sudah jarang terdengar atau bahkan ditinggalkan oleh banyak orang.
Tidak heran, di zaman yang serba cepat seperti saat ini, banyak dari kita yang semakin individualis bahkan terjebak ke dalam self-centered syndrome alias sindrom yang menjadikan diri sendiri sebagai pusat dari segala kehidupan yang ada tanpa menghiraukan keberadaan yang lain, bisa digolongkan orang egois mementingkan diri sendiri
Dampak dari sindrom ini adalah pemikiran seperti: saya yang paling sulit dan menderita sehingga seharusnya saya yang dibantu bukan membantu; saya takut jika saya memberi nanti saya akan kekurangan, saya tidak punya apa-apa untuk diberikan, dan lain sebagainya.
Kalimat-kalimat ini mungkin muncul dalam pikiran banyak orang saat ia hendak memberi. Namun, ingatkah saudara menurut Yesus orang yang memberikan terbaik tidak dilihat dari kuantitas tetapi tangan yang tulus dan hati yang rela memberi?
Lewat RohNya, FirmanNya mengingatkan kepada kita untuk dengan setia mau menolong sesama kita yang sedang menderita dan kesulitan, sembari terus mengingat dan menanamkan perkataan Yesus di dalam hidup kita.
Kita tidak harus menunggu hidup berlebihan dulu untuk bisa memberi. Namun, kita mau memberikan yang terbaik dari yang apapun yang kita miliki saat ini.
Pemberian ini tidak selalu terbatas hanya dalam bentuk finansial saja. Pemberian juga termasuk kehadiran diri kita bagi sesama dan ciptaan Tuhan lainnya yang mengalami kesulitan atau penderitaan.
... Pertanyaan yang perlu untuk direnungkan... maukah kita menjadi hati dan tangan yang rela hadir dan memberi diri kepada yang lain? Haleluya
Kiranya Tuhan memberkati kita semua.