News Breaking
Youtube
wb_sunny

Breaking News

Bahaya Disorientasi Pusat Penyembahan Umat Tuhan

Bahaya Disorientasi Pusat Penyembahan Umat Tuhan

      Ev Yohan Winata, S.Pd M.Th

ARTIKEL- Pembahasan topik ini diambil dari 2 Tawarikh 24. Membaca selesai satu perikop ini, kita akan mendapatkan gagasan utama (tema) yang disampaikan penulis kitab: perubahan objek penyembahan, dari Allah ke berhala, menyebabkan kemerosotan spritualitas (berdosa kepada Allah dan sesama). 
Hal ini terjadi sepeninggal imam Yoyada. Para pemimpin Yehuda menghadap dan menyembah raja (ay. 17). Ditinjau dari konteks penggunaan katanya, "menyembah" di sini berasal dari kata Ibrani (_shkhh_) yang berarti menunjukkan rasa hormat kepada raja (karena darah ningrat atau statusnya sebagai penerus takhta) dan setuju untuk melakukan apa pun yang diperintahkan. Karena merasa dihormati, sejak saat itu, Yoas mendengarkan mereka (ay. 17). 
Nasehat yang diberikan bertolak belakang dengan kesimpulan yang saya tarik dari perkataan imam Yoyada tentang rencana pengangkatan Yoas sebagai raja.

Kesimpulan tersebut adalah ajaran untuk berlaku sesuai dengan perintah Tuhan (2 Taw. 23:3). Sebaliknya, raja dan pemimpin Yehuda menyembah berhala.
Konsekuensi yang diterima yaitu rakyat yang tinggal di Yerusalem dan Yehuda dimurkai Allah (ay. 18b). 

Dalam kajian kita, kita menemukan sebuah pola: kemerosotan spiritualitas bergerak linear dengan perubahan orientasi penyembahan. Raja menolak mendengarkan teguran Zakharia, anak imam Yoyada, yang mengingatkan penyebab mereka ditimpa malapetaka: meninggalkan Tuhan (ay. 20). 

 Bukannya mengasihi orang yang menegur, raja Yoas memerintahkan rakyat untuk melempari batu anak imam itu sampai mati. Di nafas terakhirnya, Zakharia meminta keadilan Tuhan (ay. 22).

Tangan Tuhan menimpa Yoas dan rakyat. Bangsa Aram menyerang mereka. Melalui tangan mereka, Tuhan menjalankan penghukuman-Nya (ay. 24). 

Yoas terluput namun hidupnya berakhir di tangan pegawai-pegawainya (ay. 25). 
Satu hal yang kita pelajari hari ini (berupa aplikasi dari gagasan utama penulis perikop ini) yaitu bahwa berbaliklah jika kita sudah menjauh dari Tuhan. Indikatornya yaitu lebih mengutamakan hal lain (seperti: hobby, mencari uang tanpa henti, bahkan mungkin pelayanan) namun pada hakekatnya kehilangan esensi untuk melakukan kehendak-Nya.

Salah satu hal yang Tuhan mau yaitu melihat anak-anak-Nya membangun hubungan dengan-Nya berdasarkan iman. 
Sadarlah akan dosa yang mengintip dan bahayanya yang menyertai. 
Ingatlah kita meresikokan diri mendukakan Roh Allah apabila menolak meresponi panggilan untuk bertobat (karena kita memilih mengeraskan hati) serta melukai hati sesama dengan ketidakhadiran kita dalam hidup orang-orang yang terdekat (keluarga).

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.