YANG DICARI BUAHNYA
Ev Johanes Purwono
Lalu Yesus mengatakan perumpamaan ini: "Seorang mempunyai pohon ara yang tumbuh di kebun anggurnya, dan ia datang untuk mencari buah pada pohon itu, tetapi ia tidak menemukannya. Lukas 13:6
ARTIKEL- Tahukah kita, sesungguhnya Tuhan Yesus tidak saja memilih kita hanya untuk menjadi penghuni surga, tetapi sebelum itu tergenapi Ia rindu orang² yang telah percaya hidupnya berbuah di muka bumi ini.
Selagi kita masih ada di bumi jangan hanya menjadi Kristen yang nampak beritual saja, melakukan aktifitas keagamaannya.
Namun yang Tuhan Yesus rindukan apakah hidup kita berbuah dan dapat dirasa oleh orang lain. Berbuah manis yang dapat dirasa menjadi berkat orang lain, sehingga nama Tuhan Yesus dipermuliakan.
Janganlah menjadi sebuah pohon yang rindang saja namun tidak berbuah, maka disana akan menjadi sebuah pohon yang tidak dikenan Sang Pemiliknya. Tahukah akibat kehidupan yang tidak menghasilkan buah... (Lukas 13:7.
Lalu ia berkata kepada pengurus kebun anggur itu: Sudah tiga tahun aku datang mencari buah pada pohon ara ini dan aku tidak menemukannya. Tebanglah pohon ini! Untuk apa ia hidup di tanah ini dengan percuma!)... betapa sia² hidup kekristenan tanpa menghasilkan buah² dalam kehidupannya.
Ada kunci yang menarik yang Tuhan Yesus berikan agar kita bisa berbuah... (Yohanes 15:5. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya.
Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.)
Artinya hidup kekristen agar senantiasa menempel, selalu melekat dengan Tuhan. Ada hubungan erat dengan Tuhan Yesus (kesukaannya FT, ada pujian dan penyembahan serta Doa).
Ketika hal itu ada dalam hidup kita, maka kita tidak saja bertumbuh tapi ber-buah² lebat bagai pohon anggur yang nikmat dirasa.
Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku. (Yoh.15:8)