Dukungan Bulat Mendatangkan Kebaikan Bersama (1 Taw. 14)
ARTIKEL- Daud mendapatkan dukungan dari Hiram, raja negeri Tirus, untuk mewujudkan rencana dia membangun istana.
Kayu diberikan dan pekerja (tukang-tukang batu dan tukang-tukang kayu) dipinjamkan (ay.1). Raja Israel itu merenung dan menyimpulkan: harga diri pemerintahannya terangkat tinggi oleh karena Israel umat-Nya (ay.2).
Daud sudah mendapatkan dukungan penuh; Israel yang semula loyalis Saul, beralih mendukung Daud karena Abner, tokoh besar Israel, menyeberang ke raja Yehuda itu (2 Sam. 3:6-21) dan menyaksikan bahwa Allah bergerak menggenapi janji-Nya (menjadikan Daud sebagai Raja Israel) (2 Sam.5:2).
Dampak dari dukungan penuh seluruh rakyat yaitu Filistin dikalahkan dua kali. Setting pertempuran yaitu di Baal-Perasim. Kemenangan ini dimaknai: pemberian Tuhan dengan perantaraan dirinya dan pasukannya yang bertempur untuk mengalahkan mereka (1 Taw.14:10). Musuh Israel itu tidak menyerah; mencoba menyerang sekali lagi.
Daud mempersiapkan diri dengan mengulang melakukan apa yang dia lakukan sebelum pertempuran pertama dan yang biasa dilakukan sebelum masuk ke medan pertempuran: bertanya kepada Tuhan.
Jawaban Allah Israel berbeda dari apa yang mungkin diharapkan: strategi perang diberitahukan (formasi lingkaran supaya bisa menyerang dari segala arah). Strategi ini dicatat, ”…, lalu Allah menjawab: “Janganlah maju di belakang mereka, tetapi buatlah gerakan lingkaran terhadap mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau.” (ay. 14).
Filistin terkapar (ay. 16). Efek dari kemenangan ini lipat dua: nama Daud harum di kalangan rakyatnya karena sang raja berhasil meluputkan mereka dari serangan musuh dan Tuhan membuat segala bangsa gentar kepada pasukan Israel (ay. 17).
Dari kisah ini, kita belajar: dukungan yang bulat diperlukan ketika mengemban suatu mandat. Peranan dukungan ini akan sangat terasa ketika diperhadapkan dengan hambatan.
Kita, para pemimpin, diingatkan untuk mengandalkan Tuhan dengan berdoa, diajak doa bersama, bahkan dikasihi dengan didoakan oleh tim. Selain mengatasi masalah secara spiritual, kita akan diajak menganalisa masalah dan mencari solusi bersama-sama.
Dampak yang layak kita nanti-nantikan yaitu terselesaikannya tugas itu, kisah perjuangan yang sudah dilalui menjadi inspirasi bagi anggota tim dan bersiaplah untuk dijadikan teladan oleh para pemimpin lain (mau atau tidak mau). Ketika ini terjadi, ingatlah untuk mengakui realitas campur tangan Tuhan dalam kehidupan kita.
Penulis: Yohan Winata, S.Pd, M.Th