Mengenal Allah atau dikenal Allah?
Galatia 4:9 (TB) Tetapi sekarang sesudah kamu mengenal Allah, atau lebih baik, sesudah kamu dikenal Allah, bagaimanakah kamu berbalik lagi kepada roh-roh dunia yang lemah dan miskin dan mau mulai memperhambakan diri lagi kepadanya?
Orang yang percaya Allah tahu dengan benar bahwa ia harus mengenal Allah, dan ini yang sekarang ini sedang diajarkan dan dikotbahkan.
Ada sebuah dampak yang buruk terjadi dan ini nampak dengan sangat jelas yakni banyak jemaat yang begitu menhormati bahkan mengultuskan mereka yang berkotbah dengan cara luarbiasa karena dipandang mereka lebih mengenal Allah.
Paulus dengan tegas mengatakan adalah lebih baik lagi kalau mereka yang mengenal Allah juga dikenal oleh Allah sebagai pengikut yang sejati.
Ingatlah Matius 7:22-23 (TB) Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?
Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!"
Seorang pengikut Allah yang sejati sadar kalau dirinya adalah Anak Allah bukan hamba Allah !
(Gal 4:5-7)
Seorang hamba bekerja hanya karena ingin mendapat upah !
Seorang anak bekerja pada Bapanya karena sadar betul akan kasih Bapa sehingga ia pun sungguh mengasihi Bapa ! Bukan mengejar upah !
Banyak yang tidak sadar kalau hanya mengejar upah berarti ia sedang diperhamba oleh upah, diperhamba oleh uang !
Dan orang yang seperti ini mungkin aja mereka mengenal Allah, mengenal firman Allah tetapi tidak dikenal Allah, karena mereka tidak berusaha melakukan firman itu dalam hidupnya, justru mereka memanfaatkan hal tersebut untuk memperoleh kekayaannya atau kenyamanan hidupnya.
Sudahkah anda dan saya mengenal Allah ?
Dan berusahalah agar anda dan saya dikenal Allah dengan berusaha menjadi pelaku-pelaku firman.
Penulis Bambang Purnomo