News Breaking
Youtube
wb_sunny

Breaking News

Dokter Benjamin K Mars: Saya mengimbau agar memilih daging yang kenyal

Dokter Benjamin K Mars: Saya mengimbau agar memilih daging yang kenyal

SURABAYA- Sebagai wujud solidaritas kepada peternak dan mengkampanyekan dangingsapi masih aman untuk dikonsumsi, anggota fraksi Gerindra DPRD Jatim berkumpul dan makan bareng daging sapi di kantor DPRD Jatim pada Kamis (16/06/22).

Prihatin dengan wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang membuat peternak di Jatim terpuruk. Bahkan ini juga berimbas pada ketakutan masyarakat untuk mengkonsumsi daging sapi.

Acara yang diberi tema “Makan Daging Sapi, Siapa Takut?” itu juga bertujuan agar masyarakat tidak panik untuk memakan daging sapi, sehingga membuat harga sapi di petani tetap stabil.

Anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim, Benjamin Kristanto mengatakan, PMK merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan oleh infeksi virus. Agen penyebab penyakit PMK adalah virus RNA yaitu Apthouvirus yang berasal dari golongan Picornavirus.

Menurut anggota Komisi E DPRD Jatim ini, penyakit PMK dapat menjangkiti berbagai jenis hewan ternak seperti sapi, kambing, domba, dan babi. Beberapa jenis hewan liar seperti babi hutan, rusa dan gajah juga bisa terinfeksi penyakit ini.

“Penyakit PMK mengakibatkan kerugian ekonomi yang besar. Pasalnya akibat kasus ini penurunan produksi ternak secara drastis aKn terjadi, meskipun tidak semua hewan yang terinfeksi mengalami kematian,” tambahnya.

Anggota DPRD Jatim dari Dapil Sidoarjo itu mengatakan, penyakit PMK tidak menular ke manusia, sehingga sejauh ini daging sapi tetap aman dikonsumsi. Dengan catatan, daging dimasak dengan kematangan yang maksimal. “Saya kira aman untuk dikonsumsi. Saya mengimbau agar memilih daging yang kenyal dan masih segar, setelah mendapatkan daging harus dicuci bersih dan dimasak sampai benar-benar matang,” tambahnya.

Sementara itu dari data yang dihimpun, jumlah hewan ternak di Jawa Timur yang terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK) per tanggal 14 Juni kemarin telah tembus angka 50.971 ekor terpapar PMK. Sebanyak 208 ekor mati dan 178 ekor dipotong paksa akibat terpapar PMK.

Jumlah hewan yang terserang PMK itu tersebar di 31 kabupaten/kota di Jatim. Terdapat 4 daerah yang masuk kategori wabah antara lain Sidoarjo, Lamongan, Gresik dan Kabupaten Mojokerto.

Selanjutnya, di 27 kabupaten/kota yang masuk wilayah kategori tertular yakni Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo, Lumajang, Jombang, Kota Batu, Kabupaten Pasuruan, Jember, Magetan, Kota Surabaya.

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.