News Breaking
Youtube
wb_sunny

Breaking News

Usaha Memahami Keputusan Tuhan atas Uza dan Signifikansinya bagi Kehidupan Orang Percaya (1 Taw. 13)

Usaha Memahami Keputusan Tuhan atas Uza dan Signifikansinya bagi Kehidupan Orang Percaya (1 Taw. 13)

ARTIKEL- Daud bermusyawarah dengan para pemimpin pasukan seribu dan pasukan seratus dan dengan semua pembesarnya (ay.1). Daud membicarakan rencananya: memindahkan tabut Allah dari Kiryat-Yearim ke Yerusalem (15:3). Mereka mencapai mufakat (13:4). 

Tabut Allah dinaikkan ke kereta baru dari rumah Abinadab; dengan penunggangnya yaitu Uza dan Ahyo (ay.7). Penunggang yang namanya disebutkan pertama adalah anak Abinadab. Nenek moyangnya adalah Lewi; yang mempunyai anak: Merari (1 Taw. 6:1). Keturunan keempat Merari yaitu Uza (ay. 29).

Jadi, dia termasuk orang Lewi. Ketika di tempat pengirikan Kidon, sesuatu terjadi kepada Uza. Dia disambar; mati di sana di hadapan Allah (ay. 10).       
Kematian Uza bisa dilihat dari dua sisi. Dari kacamata korban, benar dia keturunan orang Lewi; anak Merari yang secara tradisi bertugas mengangkat tabut Allah (1 Taw. 15:2). 

Namun larangan berlaku: tidak boleh melihat (Bil. 4:20) dan menyentuh tabut itu (1 Taw. 13:5). Anak Abinadab itu melanggar larangan menyentuh tabut Allah ketika lembu-lembu penarik kereta tergelincir (1 Taw.9-10). Yang diperbolehkan menyentuh tabut Allah ketika bangsa Israel berpindah ke tempat lain: hanya Harun dan anak-anaknya.
Kontak dengan tabut terjadi ketika mereka menutupi dengan tiga lapis: lapis pertama: tabir penudung (tepat di atas tabut itu), lapis kedua: tutup dari kulit lumba-lumba dan yang paling atas: kain ungu tua, baru setelah selesai, kayu-kayu pengusung dipasang. 

Data tentang ketentuan siapa yang berhak menyentuh tabut perjanjian disajikan, “Kalau perkemahan akan berangkat, haruslah Harun dan anak-anaknya masuk ke dalam untuk menurunkan tabir penudung, dan menudungkannya kepada tabut hukum.” 

Jadi, dari pembahasan ini, kita tahu bahwa melanggar aturan mendatangkan konsekuensi.  Di sisi lain, nihilnya pengaturan pemindahan oleh Daud turut berperan dalam kematian Uza. Kesimpulan ini didasarkan pada pemaknaan raja Israel itu tentang penyebab keputusan Allah atas si pengangkut itu,

 “Tidak meminta petunjuk-Nya seperti seharusnya.” (1 Taw. 15:13). Yang dimaksud Daud di sini yaitu bahwa pemindahan dilakukan tidak sesuai dengan petunjuk tertulis Tuhan yang diterima Musa dan Harun. Petunjuk yang ada mengharuskan pemindahan barang-barang maha kudus disaksikan oleh Harun dan anak-anaknya, kemudian, mereka akan memberitahu dan menyuruh para pengangkut untuk bersiap (stand by) di posisi tertentu yang dekat dengan barang yang diangkat (Bil. 4:17-19). 

Di zaman Daud, pemindahan tabut Tuhan dilakukan dengan cara berbeda: langsung dipindahkan tanpa dihadiri dan arahan dari kepala-kepala orang Lewi (1 Taw. 15:13).         
Pelajaran yang dapat kita petik dari kisah ini yaitu pentingnya persiapan sebelum melaksanakan tugas pelayanan. Persiapan tidak hanya dalam bentuk doa namun juga koordinasi dengan rekan-rekan sepelayanan kita agar cara pengerjaannya tepat. 

Kita juga belajar tentang pentingnya bertindak, melaksanakan tugas pelayanan, sesuai dengan aturan yang ada. Hal ini berarti improvisasi berdasarkan daya kreativitas diperbolehkan selama tidak menabrak ketentuan yang berlaku. Improvisasi menyesuaikan diri dengan peraturan. Bukan sebaliknya! 
Penulis: Yohan Winata, S.Pd, M.Th

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.